AyamBirma/Burma yang bagus mempunyai typical dan gaya tarung khas yang tidak dimiliki oleh jenis ayam aduan lainnya. Tehnik pukulan bagai hujan yang indah terkadang membuat lawan terbengong dan tak heran banyak ayam yang tewas akibat aksi pukulan tersebut. Dan pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan Ciri Ciri Ayam Birma Bagus Berkela
Bentukdan gambar ayam bangkok khususnya kaki dan sisik ayam bangkok katuranggan ini adalah hasil dari pengamatan penggemar ayam bangkok di Thailand, yang mengumpulkan dan mengamati bentuk-bentuk sisik dan kaki ayam bangkok yang menang KO karena pukulannya mematikan. Gambar-gambar tersebut dipublikasikan di situs Thailand, sehingga bisa juga jadi patokan bagi ayam bangkok di Indonesia karena
Ketigajenis ayam aduan tersebut mengenai Keunggulan Gaya Tarung Ayam Bangkok, Burma dan Saigon menurut para bebotoh mempunyai pandangan yang berbeda-beda. dan kali ini saya akan menjelaskan secara rinci tentang Keunggulan Gaya Tarung Ayam Bangkok, Burma dan Saigon. Hal yang membedakan ketiga jenis ayam tersebut diatas mempunyai karakter tarung
A Ciri ayam akan menang bertarung : 1. MITOS : Sebelumm ayam bertarung besok tepatnya di Malam hari (sekitar Jam 12 malam ), ayam itu berkokok pertama duluan diantara semua ayam yg ada di kandang ayam kita. Ketika tidur kepalanya selalu waspada ( tidak masuk ke sayapnya ), tapi gaya tidur kepalanya menuju ke depan.
AyamBangkok dengan gaya ortodok yang lebih banyak mengontrol lawan akan kewalahan menghadapi gaya tarung birma yang urakan, kadang atret atau lari-lari sambil memukul dengan pukulan timpuk/nyimprat. Oleh karena itu, ayam Pakhoy memiliki karakter yang diciptakan dengan mencari kelemahan ayam Birma yang selain memiliki tulangan lebih halus, ayam
Dalamvideo yang berdurasi krang lebih 1 menit tersebut, terlihat kedua ayam saling berusaha melepaskan pukulan,. Ayam berwarna kelawu dan memiliki rawis kuning biasanya memiliki teknik dan gaya bertarung yang baik dan mempunyai pukulan yang bagus,. Akan tetapi sering melarikan diri (kabur) saat bertarung walaupun dalam keadaan unggul,.
NIhGaya Tarung Ayam, Masih Banyak Lagi Tekniknya Tapi Baca Dulu Yang ini orang mengenal ayam betina dan ayam jantan. Yang betina sering disebut sebagai ayam babon (Jawa). Yang jantan sering disebut ayam jago (Jawa). "jagonya" akan menang. Itulah ayam jago yang difungsikan sebagai aduan. Tampaknya, kreativitas orang untuk
1VPcPJ. Sebenarnya ayam sabung tak sekedar pemanis kandang atau hiasan semata, beberapa orang justru sengaja merawatnya untuk ikut serta ajang aduan alias sabung. Tidak semua pejantan bisa turun di arena tanding, ada sejumlah kriteria dan latihan harus ditempuh demi menghasilkan seekor petarung sejati. Menurut penuturan sejumlah pecinta ayam, setidaknya terdapat sepuluh ras paling hebat pada kompetisi sabung. 1. Bangkok Salah satu dari Jenis-Jenis Ayam Aduan Yang Populer Di Indonesia terkenal dengan pukulan keras dan gaya tarung beragam. Selain pandai adu pukul, Bangkok juga piawai adu jalu. Banyak orang sengaja memeliharanya karena tergolong cerdik saat petarungan plus ditunjang postur ideal. 2. Saigon Ayam dari Vietnam dikenal dengan pertahanan kuat dan pukulan keras. Dahulu jenis ini sama sekali tak pandai bertarung, namun kini sudah mengalami banyak perkembangan sehingga setara Bangkok yang mengandalkan kecerdikan. Saigon selalu mampu tumbangkan lawan yang memiliki gaya tarung ājual-beliā pukulan. 3. Burma Ayam dari Myanmar Burma terkenal dengan kemampuan memukul tanpa perlu mematuk duluan dan pandai jaga jarak dari sang lawan. Gaya tarung langsung mengincar bagian vital lawan, tak heran bisa memenangi pertandingan dalam waktu singkat. Meski kekuatan pukulan kurang sekeras Bangkok dan Saigon, keunggulan justru terletak pada teknik nyawat. 4. Siam Jenis ayam yang memiliki kondisi fisik serupa Burma, namun dilengkapi karakter mental tak mudah menyerah saat berdiri di atas arena. Gaya tarung Siam lebih atraktif dibandingkan ras lain plus ditunjang pukulan cukup keras nan akurat ke tubuh sang lawan. 5. Brazil Jenis-Jenis Ayam Aduan Yang Populer Di Indonesia berikutnya dikenal lambat panas di atas arena tanding, namun bakal menggila di babak selanjutnya. Walaupun teknik tarung kurang menarik dan terkesan lamban, Ayam Brazil justru memiliki mental bagus yang tidak mudah menyerah. Hanya dua pilihan dalam hidupnya, yakni menang atau mati terhormat. Inilah daya pesona yang membuat pecinta aduan memeliharanya. 6. Shamo Sejatinya jenis ini memiliki kekerabatan dekat dengan Siam, namun telah dikembangkan oleh peternak Jepang sehingga dijuluki āNinja Miniā. Bentuk fisik Shamo lebih atletis dibandingkan ras aduan lainnya, apalagi disokong pukulan akurat ke bagian vital sang lawan. 7. Filipina Negara tetangga Indonesia itu memiliki kompetisi sabung yang menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. Ayam Filipina memang kurang pandai melancarkan pukulan keras karena lebih banyak memakai taji. Dengan gerakan cepat dan taji tajam, lawan pun terluka parah jika kena langsung. 8. Taiwan Ayam ini dikenal dengan postur atletis tinggi mencapai 75 cm dan bobot 5,5 Kg. Gaya tarung cenderung nekat yang tak segan langsung mengarahkan pukulan keras ke tiga bagian vital seperti kepala, leher dan punggung. Teknik berkelahi sangat atraktif, terkadang menirukan Bangkok atau hanya mengandalkan ā Tempel Pukulā. 9. Pama Ayam ras Pama merupakan hasil kawin silang antara Bangkok dan Burma. Kini ada banyak ras turunan Pama yang dikawinsilangkan dengan ras aduan lainnya. Pama versi asli dikenal punya pukulan keras dengan tingkat akurasi tinggi yang mengarah pada bagian kepala, paruh dan mata sang lawan. Teknik tarung lebih banyak tembak, bertahan dan tak mudah terpancing lawan. 10. Pakhoe Jenis ayam sabung yang populer di Indonesia kelima ini merupakan turunan dari empat ras yakni Bangkok, Burma, Saigon dan Brazil. Pakhoe, artinya pemukul setan, sengaja ādiciptakanā sebagai penanding Burma yang selalu merajai kompetisi aduan kelas di bawah 3 Kg. Hasil kawin silang tidak percuma sama sekali, ras baru ini sanggup menumbangkan Burma. Post navigation
Tentu kita semua sudah tahu bahwa ayam aduan semestinya mempunyai gaya bertarung atau teknik yang berkualitas supaya menang di Arena Sabung Ayam. Tapi adakalanya gaya bertarung ayam menjadi tidak karuan ketika diadu dan berubah-ubah sehingga menjadi penyebab kekalahan. Berubahnya gaya bertarung ayam di arena memang biasa dan sering terjadi. Kadang ayam jago kita sudah unggul dan dominan menguasai pertarungan tapi pada akhirnya keadaannya justru berbalik. Pasti sobat sekalian sering mengalami kejadian seperti ini, !! Penyebab kenapa gaya bertarung ayam berubah ini bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor. Misal karena kurangnya persiapan sebelum bertanding atau karena salah memilih lawan yang tidak seimbang. Maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan sedikit mengulas beberapa alasan kenapa teknik bertarung ayam bisa berubah. Nah dengan mengetahui penyebab pasti ini kita bisa mengambil langkah agar lebih berhati-hati lagi saat membawa ayam bangkok aduan ke gelanggang. Ini Penyebab Pasti Kenapa Gaya Bertarung Ayam Berubah Saat di Arena1. Akibat Gaya Bertarung Lawan2. Akibat Perbedaan Postur Tubuh3. Akibat Musuh yang Cerdik4. Akibat Efek Pukulan Lawan5. Umur Ayam Aduan6. Ayam Belum Siap Diadu7. Kondisi ayam sakit 1. Akibat Gaya Bertarung Lawan Penyebab pertama kenapa gaya tarung ayam berubah yaitu akibat gaya bertarung lawan. Saat pertandingan berlangsung, apabila lawan terlalu mendominasi bisa membuat gaya bertarung ayam kita jadi kacau. Ayam kita akan terbawa ke dalam permainan lawan sehingga tidak mampu mengeluarkan teknik yang dimiliki. Sebagai contoh, ayam dengan teknik full kontrol bertemu dengan ayam yang memiliki gaya sama. Kemudian lawan lebih unggul, jelas saja ini akan berdampak terhadap ritme bertarung ayam kita. Jadi intinya gaya bertarung lawan mempunyai peran besar yang memungkinkan mengubah teknik bertarung ayam kita di dalam arena. 2. Akibat Perbedaan Postur Tubuh Postur tubuh dalam sabung ayam sering diibaratkan dengan babak. Perbedaan ukuran tubuh berdampak besar terhadap perubahan gaya bertarung ayam saat di arena. Sebaiknya jika memilih lawan sebaiknya pilih yang seimbang, terutama dari segi ukuran tubuh. Apalagi perbedaan postur tubuh terlalu jauh, maka bukan tidak mungkin gaya bertarung ayam bangkok kesayangan kita menjadi sangat kacau. Contoh nyata yang dapat kita lihat, misal ayam dengan ukuran 10 dipertemukan dengan ayam ukuran 6. Tentu saja keduanya akan sulit untuk melakukan pukulan sehingga pertarungan pun tidak sesuai. 3. Akibat Musuh yang Cerdik Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ayam bangkok termasuk ayam aduan yang paling cerdas. Tidak hanya mengandalkan teknik, saat bertarung ayam ini juga pintar mencari celah kelemahan musuh. Fenomena kekalahan telak akibat lawan yang terlalu pintar ini sangat sering terjadi. Bahkan ayam yang pada awalnya unggul bisa saja tumbang karena sedikit celah kelemahan sudah diketahui dan dimanfaatkan oleh lawan. Ini biasa terjadi saat ronde terakhir pertandingan, bahkan sering membuat kita kecewa dengan hasilnya. Memang sangat penting bagi kita untuk meningkatkan pengalaman bertarung ayam dengan cara melatihnya. Ayam yang berpengalaman tentu dapat dengan mudah mengatasi segala kemungkinan saat berlaga. 4. Akibat Efek Pukulan Lawan Saat ayam berlaga pasti akan menerima berbagai serangan, dengan begitu secara tidak langsung akan memberikan efek pada tubuh. Apabila efek pukulan lawan terlalu berat, jelas bisa berdampak pada gaya bertarung ayam kita. Setiap botoh pasti sudah tahu akan hal ini. Ayam aduan akan saling jual beli pukulan dengan menunjukkan ciri khas bertarung. Namun bila ayam terlalu sering terkena pukulan telak tentu akan ber efek sehingga menyebabkan gaya tarung ayam berubah. 5. Umur Ayam Aduan Umur ayam berpengaruh terhadap teknik bertarung ayam aduan. Hal ini kerap terjadi saat mengadu ayam yang masih muda. Pada dasarnya ayam muda atau yang belum cukup umur gaya bertarung masih selalu berubah-ubah. Pada fase ini sebenarnya ayam belum layak di bawa ke arena. Ayam muda sebaiknya fokus diberikan latihan untuk mengasah pengalamannya. Ayam yang belum matang, baik mental dan stamina tentu permainannya pun akan kacau. Tapi tidak sedikit botoh yang justru lebih senang dengan ayam muda karena beberapa alasan. 6. Ayam Belum Siap Diadu Ini kerap sekali terjadi, karena terlalu berambisi sebagian botoh sering membawa ayam yang belum siap diadu ke gelanggang. Baik itu ayam muda ataupun ayam yang belum fit, pada dasarnya melagakan ayam yang belum siap adalah tindakan yang sangat ceroboh. Inilah penyebab gaya bertarung ayam menjadi berubah dan berbeda dari biasanya. Kemungkinan menang mengadu ayam yang tidak siap sangat kecil, bahkan ironisnya justru bisa kalah telak. 7. Kondisi ayam sakit Kemudian yang menjadi penyebab teknik ayam berubah di arena ialah karena kondisi ayam tidak sepenuhnya sehat. Kesalahan yang bisa menyebabkan anda menderita kekalahan yaitu mengadu ayam yang kondisinya tidak stabil. Ingat, sebagai seorang pecinta ayam aduan kita harus tahu kapan waktu yang tepat untuk membawa ayam ke arena. Baca juga Ketahui Berbagai Jenis Katurangan Ayam Bangkok Agar Jalu Ayam Cepat Panjang, Begini Rahasianya !!! Ketika membawa ayam ke arena sabung ayam hendaknya kita lebih cermat dan memperhatikan hal-hal penting lainnya. Gaya tarung yang berubah bisa berdampak buruk bagi ayam dan bagi pemiliknya. Akibat kekalahan di arena pasti akan menyebabkan ayam cedera dan kita pun pasti menderita kerugian.
Ciri-ciri Ayam Tarung Berkelas Ayam Tarung Berkelas memang gampang gampang susah untuk melihat ciri-cirinya, ada banyak macam jenis tarung ayam tapi kita harus hati-hati untuk menyeleksinya, dintaranya ada 2 macam jenis tarung ayam yang sering menang di gelanggang/arena, anda para pe-hobi ayam aduan boleh dipertimbangkan saran saya, disemua jenis gaya/main ayam ada dua macam yang sering kali memenangkan pertarungan 1. Ayam FF front fight, Ayam ini mempunyai ciri-ciri batang leher rapat dan kasar terkesan pendek, ruas kaki jari kaki sampai lutut pendek, sayap sedang tidak terlalu pendek, panjang badan sedang, badan lebar, bentuk tegak, cotok pendek dan bertarung sangat unggul dalam kecepatan dan kekuatan pukul, ayam seperti ini tidak begitu bagus dalam bermain tetapi walau demikian ayam ini selalu mendapat giliran dalam memukul setelah mendapat pukulan dari lawan. Lawan kalah cepat dengan gerakan pukul ayam ini, ayam ini dapat mukul dalam jarak yang lebih sempit,dan dapat mukul lawan sebelum lawan sempat ngalung/ngunci, memukul lawan dari depan lebih dari 3 kali, dan sering numpang mukul apabila lawan mukul dari depan. tapi ayam ini sering kram, keseleo lutut, atau patah lutut jika diadu pada umur dibawah 1 thn karena harus dirawat secara intensif sebelum diadu pada umur kurang dari 1 tahun. 2. Ayam RL left right, Ayam ini mempunyai ciri-ciri batang leher dan badan sedikit panjang sesuai dengan badan tapi rapat dan kasar, ruas kaki jari kaki sampai lutut pendek, sayap panjang seirama dengan ukuran badan. Badan lebih panjang, bentuk tegak. Dalam bertarung sangat unggul dalam mengunci lawan dari samping kanan dan kiri, setiap setelah mengunci lawan dengan keganasannya kepala selalu mencari sasaran yang tepat seperti kepala lawan. Setiap sesudah mukul ayam ini langsung dempet dengan lawan dengan gerakan nyorong dan menyelusup kebawah badan lawan . Setiap dempet dengan lawan kepalanya sangat liar dan suka mendorong lawan.
Monday, August 25, 2014 Avian Trenggono Menganalisa teknik tarung ayam memang susah-susah gampang. Ayam yg kita nilai punya teknik bagus, belum tentu menang di kalangan. Sebenarnya saya belum tahu banyak tentang teknik-teknik tarung ayam tapi mungkin disini bisa berbagi atau Sekedar bertukar pikiran mengenai ayam petarung ini.. Biasanya orang sangat suka ayam dgn teknik kunci yg indah. Ayam dgn teknik ini biasanya dianggap sebagai ayam bagus. Tapi kenyataannya, banyak juga ayam dgn type ini yg kalah di pertarungan. Seharusnya kita jangan terjebak dgn hanya melihat dari 'keindahan' teknik semata. Pada prinsipnya, ayam dgn teknik bagus itu adlh ayam yg sulit dipukul. Gaya mengunci ngalung memang salah satu yg sulit dipukul. Tapi sebenarnya masih ada teknik lain yg sama-sama sulit dipukul. Misalnya, ayam lari, mendorong, ayam asor rapat ke tanah, ayam dibawah janggut, ayam ngendul dll. Ayam dgn gaya selain teknik ngalung memang kurang indah dilihat. Tapi cukup efektif juga untuk memenangkan pertarungan. Pada prinsipnya Setiap ayam yg bertarung harus memiliki pertahanan dan penyerangan yg baik. Teknik/gaya tarung ayam itu adalah sebuah pertahanan, yaitu cara ayam laga bertarung agar sulit dipukul musuh. Sementara untuk serangan, adlh pukulan yg akurat dan mematikan. Untuk meraih kemenangan, maka ayam harus punya pukulan yg baik. Dilain sisi, utk menghindari kekalahan, ayam harus punya teknik yg sulit dipukul. Jadi keduanya harus memiliki keseimbangan antara teknik menyerang dan bertahan. Pertahanan dan serangan keduanya berkontribusi besar dalam menentukan kemenangan. Kalau kita perhatikan, ayam yg hanya memiliki serangan yg baik pukulan tanpa didukung teknik pertahanan menang dgn babak belur mudah dipukul/diserang. Sementara ayam yg hanya mengandalkan teknik bertahan, sangat sulit utk menang meskipun sulit juga dikalahkan sulit dipukul, tapi sulit juga memukul. Jadi kesimpulannya, setiap ayam yg kalah atau seri harus dilihat dan dinilai dulu. Apakah terlalu mudah dipukul pertahanan kurang baik atau teknik serangnya yg buruk pukulan kurang bagus. Ayam yg terlalu gesit dgn teknik selalu rapat mendorong dan leher nge'lock' tajam, kebanyakan akan 'mati angin' ketika melawan ayam2 type bawah. Ini karena 'lock' yg terlalu tajam disertai dgn dorongan. Kebanyakan akan terlewat leher musuh yg berada dibawahnya. Rata-rata ayam type ini tidak memiliki pukulan depan yg cepat krn ia cenderung ingin masuk. Pukulan depan yg lambat inilah titik kelemahannya pertahanan terbuka lebar terutama ketika ayam mulai lelah setelah menginjak ronde ke 3. Ayam type bawah ngoyor juga belum tentu jelek. Ada ayam ngoyor yg rapat ketanah dan selalu 'mendul' jika dipatuk musuh. Akibatnya, pukulan tidak tepat mengena. Tarung ayam itu seperti misteri. Artinya tidak ada ayam yg memiliki teknik 100% sempurna. cara terbaik adlh kita sendiri yang menilai untuk membaca teknik musuh ketika memilih lawan tanding. kita harus tahu dulu dimana kelemahan dan kekurangan ayam kita dan musuh seperti apa yg sekiranya bisa dgn mudah taklukan. Teknik yg bagus itu berguna agar ayam kita tidak kena pukul bertubi2 dan membuat ayam kita lebih banyak kesempatan melancarkan pukulan. Soal pukulnya bagus atau tidak, itu masalah lain. Banyak orang komentar ngambil gampangnya "Ayam kalah krn dipukul, buat apa teknik bagus2..??" Nah... coba dianalisa lagi pernyataan itu. Ayam kalah krn dipukul. Berarti kalau ayam kita dipukulin, bakalan kalah kan..??? Lalu bagaimana supaya tidak dipukulin..??? Ya teknik nya harus bagus. Jadi, kalau ayam kita kalah, kemungkinan krn teknik pertahanannya kurang sempurna mudah terpukul -> faktor sial kita hilangkan. Kalau ayam kita seri, kemungkinan pukulnya kurang vital, atau krn teknik musuhnya yg sangat baik. Kalau ayam kita kalah, artinya baik teknik maupun pukulan kalah bagus sama musuhnya. rawatan, tandingan dan botoh dianggap sama. Banyak orang salah menilai teknik. Ngalung kiri kanan sudah dibilang teknik bagus. Padahal ya belum tentu. Teknik bagus itu intinya adlh 'sulit dipukul'. Mau ngalung, masuk sayap, ngendul2, lari2 keliling kalang, dibawah janggut, semua ini teknik bagus. Semua sulit dipukul. Dikutip dari Ary adityaPAPAJI
Ayam Tarung Berkelas memang gampang gampang susah untuk melihat ciri-cirinya, ada banyak macam jenis tarung ayam tapi kita harus hati-hati untuk menyeleksinya, dintaranya ada 2 macam jenis tarung ayam yang sering menang di gelanggang/arena, anda para pe-hobi ayam aduan boleh dipertimbangkan saran saya, disemua jenis gaya/main ayam ada dua macam yang sering kali memenangkan pertarungan 1. Ayam FF front fight, Ayam ini mempunyai ciri-ciri batang leher rapat dan kasar terkesan pendek, ruas kaki jari kaki sampai lutut pendek, sayap sedang tidak terlalu pendek, panjang badan sedang, badan lebar, bentuk tegak, cotok pendek dan bertarung sangat unggul dalam kecepatan dan kekuatan pukul, ayam seperti ini tidak begitu bagus dalam bermain tetapi walau demikian ayam ini selalu mendapat giliran dalam memukul setelah mendapat pukulan dari lawan. Lawan kalah cepat dengan gerakan pukul ayam ini, ayam ini dapat mukul dalam jarak yang lebih sempit,dan dapat mukul lawan sebelum lawan sempat ngalung/ngunci, memukul lawan dari depan lebih dari 3 kali, dan sering numpang mukul apabila lawan mukul dari depan. tapi ayam ini sering kram, keseleo lutut, atau patah lutut jika diadu pada umur dibawah 1 thn karena harus dirawat secara intensif sebelum diadu pada umur kurang dari 1 tahun. 2. Ayam RL left right,Ayam ini mempunyai ciri-ciri batang leher dan badan sedikit panjang sesuai dengan badan tapi rapat dan kasar, ruas kaki jari kaki sampai lutut pendek, sayap panjang seirama dengan ukuran badan. Badan lebih panjang, bentuk tegak. Dalam bertarung sangat unggul dalam mengunci lawan dari samping kanan dan kiri, setiap setelah mengunci lawan dengan keganasannya kepala selalu mencari sasaran yang tepat seperti kepala lawan. Setiap sesudah mukul ayam ini langsung dempet dengan lawan dengan gerakan nyorong dan menyelusup kebawah badan lawan . Setiap dempet dengan lawan kepalanya sangat liar dan suka mendorong lawan.
gaya tarung ayam yang sering menang